Penyebab, Pemeriksaan Dan Terapi Inkontinensia

Penyebab inkontinensia pada wanita adalah lemahnya otot-otot dasar panggul,sebaga akibat penuaan,perubahan hormon karena menopause,kegemukan,persalinan dengan bayi yang besar dari luran rata-rata,dan operasi pengangkatan rahim.inkontinensia pada wanita juga bisa di sebabkan adanya infeksi saluran kencing.pada wanita infeksi saluran kencing dapat terjadi karena wanita memiliki saluran kencing pendek,sehingga bakteri E.coly bisa mengenai saluran kencing wanita.

Inkontinensia

Penyebab inkontinensia urin pada pria salah satunya karena komplikasi pembesaran prostat jinak atau benign prostatic hyperplasia (BPH) atau kelemahan otot kandung kemih menjadi lebih sensitif.faktor lain adalah penyakit OAB yakni berkemih dengan atau desakan ingin berkemih,penyakit saraf,sejarah operasi prostat,dan radiasi prostat.

Jangan biarkan inkontinensia begitu saja,karena berbagai komplikasi dapat menyertai inkontinensia urin seperti infeksi saluran kencing,infeksi kulit daerah kemaluan,gangguan tidur,masalah psiko sosial seperti depresi,mudah marah,dan rasa terisolasi,secara tidak langsung masalah tersebut dapat menyebabkan dehidrasi karena umumnya pasien mengurangi minum,karena kawatir terjadi inkontinensia urine,pada pasien yang kurang aktivitas hanya berbaring di tempatĀ  tidur dapat menyebabkan ulkus dikubitus dan dapat meningkatkan resiko infeksi lokal termasuk osteomyelitis dan sepsis.

Pemeriksaan Dan Diagnosis

Ada beberapa cara pemeriksaan diagnosis gejala inkontinensia salah satunya dengan anamnesis (wawancara).dokter akan menanyakan kepada pasien riwayat kesehatan mereka,seperti apakah mengidap penyakit diabetes,pernah mengalami prolaps atau proses persalinan.diagnosis juga didasarkan pada catatan aktivitas berkemih (bladder diary) dan mendengarkan keluhan berkemih pasien.

Prosedur diagnostik untuk mengetahui jenis inkontinensia adalah pemeriksaan dengan prosedur urodinamik.dari pemeriksaan ini dapat di ketahui kapasitas kandung kemih,tekanan kandung kemih saat pasien berkemih dan mengetahui kestabilan kontraksi otot kandung kemih.pemeriksaan ini penting di lakukan untuk menentukan diagnosis inkontinensia yang tepat juga untuk kasus-kasus inkontinensia yang sudah diobati namun belum menunjukan hasil atau pada pasien-pasien yang memerlukan tindakan pembedahan seperti akibat BPH dan OAB.

Terapi Inkontinensia Urin

Dalam mengadapi inkontinensia urin,ada beberapa macam terapi yang bisa dilakukan pasien,seperti terapi perilaku.pasien sebisa mungkin menghindari konsumsi kopi,soda,maupun alkohol karena masuk sebagai faktor pencetus.bagi pasien obesitas di sarankan menurunkan berat badan.terapi berikutnya yaitu dengan pengobatan yang dapat mengurangi keluarnya urin yang tak terkendali.selanjutnya dengan latihan senam kegel,lakukan latihan fisik untuk memperkuat otot panggul.jika terapi ketiganya belum tidak bisa mengatasi inkontinensia maka jalan terakhir dengan menggunakan tindakan operasi.

Tindakan operasi hanya dilakukan jika pengobatan yang lebih konservatif tidak membantu pada acara yang sama.ada beberapa tindakan teknik operasi yang bisa menangani masalah berkemih,yaitu teknik konvensional dengan cara di buka perut bagian bawah,teknik menggantung daerah yang lemah supaya urin tidak turun,kemudian teknik modern dengan cara menyayat 1-2 cm di pangkal vagina,untuk mengetahui pipa saluran kemih yang longgar yang akan di sanggah.

Operasi yang diawali dengan pembiusan lokal ini dilanjuti dengan memasang mesh yang di bentuk jaring dengan menggunakan alat jarum seperti huruf c-sedikit spiral.dengan menggunakan jarum mesh di tusuk jaraknya sekitar 10-15 cm di lipatan pangkal paha sebelah kiri sampai tembus di bawah pipa saluran kemih,dengan jarak yang sama seperti awal,mesh di teruskan ke sebelah kanan vagina.mesh yang menyangga saluran kemih diatur kekuatan sanggahnya tidak terlalu kuat,karena kalau terlalu kuat akan menyetop air seni.tujuan operasi ini agar mesh menyanggah saluran yang longgar.operasi dapat dilakukan dengan catatan pasien tidak memiliki riwayat peradangan di bagian yang di operasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *