Gajah Ini Masuk Pemukiman dan Diberi Makan Oleh Warga

gajah
Dua gajah liar disorientasi di perkampungan di Dumai, Riau. Demi keselamatan gajah hal yang demikian akibatnya kedua gajah dievakuasi. Gajah liar ini keluar dari habitatnya di Suaka Margastawa (SM) Balairaja, di Kabupaten Bengkalis.

Dua ekor gajah ini memasuki Desa Bangsal Aceh, wilayah Bukit Timah Dumai. Akhir minggu lalu, keduanya terlihat mengelilingi perkampungan penduduk. Masyarakat sekitar tidak mengusir kedua gajah ini. Warga sekitar justru menyambut hangat absensi gajah ini. Mereka tidak mengusik satwa bertubuh bongsor itu.

Kehadiran satwa dilindungi ini, seakan menjadi komponen keluarga baru bagi masyarakat. Walau gajah ini ada di seputaran rumah warga, juga tidak mengganggu. Warga silih berganti memberikan makanan untuk kedua gajah. Pakan yang diberikan, warga mencari batang pohon pisang yang ditebar di sekitar rumah mereka. Mereka gembira dengan absensi gajah.

Sambil gajah makan, masyarakat bahkan dengan santainya menonton gajah hal yang demikian. Berakhir makan, biasanya gajah kembali berjalan di sekitaran rumah penduduk. “Kita amat mengapresiasi kepada warga sekitar yang tidak mengganggu absensi gajah di desa mereka. Warga memberinya makan, dan mereka jadikan hiburan tersendiri. Sebab jarang-jarang ada gajah masuk permukiman mereka,” kata Koordinator LSM Rimba Satwa Foundation (RSF), Zulhusni, dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (11/11/2017).

Kendati gajah ini bisa diterima warga setempat, namun demi kenyamanan akibatnya para aktivis lingkungan bersama Balai Besar Konservasi Sumber Kekuatan Alam (BBKSDA) Riau sependapat untuk mengevakuasi kembali gajah liar hal yang demikian. Walhasil, regu dari Sentra Pelatihan Gajah di Sebanga, Duri, Bengkalis, mendatangkan satu ekor gajah jinak ke lokasi. Gajah jinak ini bertugas untuk menggiring dua gajah liar yang masuk ke permukinan.

“Dengan penembakan bius, induk gajah bisa dievakuasi untuk masuk dalam truk. Kedua gajah hal yang demikian kita evakuasi malam hari untuk dikembalikan ke SM Balairaja,” kata Zulhusni. Melainkan dalam pelaksanaan evakuasi ini membutuhkan waktu satu hari satu malam. Ini karena lokasi kedua ekor gajah liar itu berada di wilayah bergambut dengan kedalaman satu meter.

“Jadi gajah jinak bahkan turut stres karena medan yang susah untuk menggiring kedua ekor gajah liar itu. Kami juga turut lelang dan stres,\\\” kata Husni. Berdasarkan Husni, dua ekor gajah ini yakni klasifikasi dari gajah yang ada di SM Balairaja yang diperkirakan jumlahnya tidak lebih 25 ekor. Melainkan baru-baru ini, klasifikasi gajah ini terpisah dua klasifikasi.

Beberapa telah banyak meninggalkan SM Balairaja, dan hijrah ke wilayah hutan Giam Siak Kecil. Meski dua ekor gajah yang nyasar ke Dumai itu, masih bertahan di SM Balairaja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *